Nama : FADHLUL HANIF
Kelas : 1TA05
NPM : 1235347
(Masyarakat Pedesaan dan masyarakat perkotaan)
1.
Pengertian Masyarakat
Menurut saya
Masyarakat adalah sekelompok manusia yang membentuk suatu komunitas
disuatu tempat dan mereka saling beriteraksi satu sama lain baik itu
berkomunikasi maupun melakukan hal yang lain
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah
society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup
(atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara
individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata
"masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak.
Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan
antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen
(saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk
mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Sumber : 1. Pemikiran diri sendiri
2. terima kasih kepada sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
2.
Syarat-syarat menjadi masyarakat
>
Sejumlah manusia yang hidup bersama dalam waktu yang relatif lama
>
Merupakan satu kesatuan
>
Merupakan suatu sistem hidup bersama, yaitu hidup bersama yang
menimbulkankebudayaan dimana setiap anggota masyarakat merasa dirinya
masing-masing terikat dengan kelompoknya
terima kasih
kepada sumber : https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/syarat-syarat-menjadi-masyarakat/
3. Masyarakat perkotaan
Seperti
halnya desa, kota juga mempunyai pengertian yang bermacam-macam seperti
pendapat beberapa ahli berikut ini.
i.Wirth
Kota adalah
suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang
yang heterogen kedudukan sosialnya.
ii.Max Weber
Kota
menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar
kebutuhan ekonominya dipasar lokal.
iii.Dwigth
Sanderson
Kota ialah
tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih.
Dari
beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar
yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan
komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.
terima kasih
kepada sumber :https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/pengertian-masyarakat-perkotaan/
4. 2 tipe
masyarakat
Dipandang dari cara terbentuknya,
masyarakat dapat dibagi dalam :
1. masyarakat paksaan, misalnya Negara,
masyarakat tawanan, dan lain-lain
2. masyarakat merdeka, yang terbagi dalam :
masyarakat nature, yaitu masyarakat yang
terjadi dengan sendirinya, seperti gerombolan, suku, yang bertalian dengan
hubungan darah atau keturunan
masyarakat kultur, yaitu masyarakat yang
terjadi karena kepentingan keduniaan atau kepercayaan, misalnya koperasi,
kongsi perekonomian, gereja dan sabagainya
terima kasih kepada sumber :
https://fadlyghopal.wordpress.com/2010/12/04/masyarakat-perkotaan-dan-masyarakat-pedesaan/
5. Ciri-ciri
masyarakat kota
Ada beberapa
ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2. Orang
kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada
orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
3. Pembagian
kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas
yang nyata.
4.
Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh
warga kota dari pada warga desa.
5. Interaksi
yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada
faktor pribadi.
6. Pembagian
waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan
individu.
7.
Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota
biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
terima kasih
kepada sumber : https://fadlyghopal.wordpress.com/2010/12/04/masyarakat-perkotaan-dan-masyarakat-pedesaan/
6. Perbedaan antara desa dan kota
yang pertama, kepadatan penduduk walaupun
tidak ada ukuran yang pasti, namun secara umum kepadatan penduduk diperkotaan
lebih padat dari pada di pedesaan ini dikarenakan banyaknya fasilitas
diperkotaan dibandingkan di pedesaan.
yang kedua, lingkungan hidup di pedesaan
cenderung lebih dekat ke alam berbeda dengan kondisi diperkotaan yang cenderung
tidak peduli pada lingkungan
yang ketiga, mata pencaharian di pedesaan
masih sedikit karena dipedesaan belum terlalu banyak lapangan pekerjaan serta
minimnya fasilitas-fasilitas pendukung
terima kasih
kepada sumber inspirasi saya : http://revolusidesa.com/category/page/fakta_desa/31/PERBEDAAN-DESA-DAN-KOTA
7. Hubungan
desa dan kota
Desa dan
kota adalah 2 buah wilayah yang tanpa kita sadari sangat berhubungan satu sama
lain. Mayoritas masyarakat perkotaan adalah orang orang yang pindah dari desa
ke kota (Urbanisasi).
Dan inilah salah satu bentuk hubungan antara
desa dan kota:
a).
Urbanisasi dan Urbanisme
Dengan
adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota
yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah
masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari
desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses
terjadinya masyarakat perkotaan. (soekanto,1969:123 ).
b) Sebab-sebab Urbanisasi
1.) Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa
untuk meninggalkan daerah kediamannya(Push factors)
2.) Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik
penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota (pull factors)
Hal – hal
yang termasuk push factor antara lain :
a. Bertambahnya penduduk sehingga tidak
seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
b. Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh
produk industri modern.
c. Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa
tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara
hidup yang monoton.
d. Didesa tidak banyak kesempatan untuk
menambah ilmu pengetahuan.
e. Kegagalan panen yang disebabkan oleh
berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga
memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
Sumber
insipirasi : kreatif sendiri dan terima kasih kepada https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/hubungan-antara-desa-dan-kota/
Yang pertama
adalah kepadatan penduduk. Walaupun tidak ada ukuran yang pasti, namun secara
umum, kota memiliki kepadatan penduduk yang lebih tinggi daripada desa.
Kepadatan penduduk berpengaruh terhadap pola pembangunan perumahan: bangunan di
kota cenderung ke arah vertikal dan di desa cenderung ke arah horizontal.
Aspek kedua
adalah lingkungan hidup. Lingkungan pedesaan lebih dekat dengan alam bebas.
Wilayah pedesaan didominasi oleh ruang terbuka hijau. Hal ini sangat berbeda
dengan kota yang didominasi oleh lapisan beton dan aspal.
Perbedaan
ketiga adalah mata pencarian penduduknya. Tingkat kepadatan penduduk di kota
membatasi upaya eksploitasi ruang di kota. Profesi-profesi yang membutuhkan
lahan relatif luas cenderung tidak berkembang di kota. Sektor ekonomi primer
seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan cenderung
lebih berkembang di pedesaan. Sementara itu, kota menjadi pusat kegiatan sektor
ekonomi sekunder (industri) dan sektor ekonomi tertier (jasa).
- See more
at:
http://revolusidesa.com/category/page/fakta_desa/31/PERBEDAAN-DESA-DAN-KOTA#sthash.lrNTXJo1.dpuf
8. Aspek Positif dan aspek negatif dari
masyarakat perkotaan
A. Perkembangan kota merupakan manifestasi
dari pola kehidupan sosial , ekonomi , kebudayaan dan politik . Kesemuanya ini
akan dicerminkan dalam komponen – komponen yang memebentuk struktur kota
tersebut . Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh
tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut.
Secara umum
dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan , seyogyanya mengandung 5 unsur
yang meliputi :
- Karya : Untuk penyediaan lapangan kerja.
- Marga : Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi
.- Suka : Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.
- Penyempurnaan : Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan lainnya.
- Wisma : Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya.
Untuk itu semua , maka fungsi dan tugas aparatur pemerintah kota
harus ditingkatkan :
a) Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota . Untuk itu maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya .
b) Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat , agar tidak disusul dengan masalah lainnya.
c) Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik sebab kalau tidak , maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru.
d) Dalam rangka pemekaran kota , harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya .
- Karya : Untuk penyediaan lapangan kerja.
- Marga : Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi
.- Suka : Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.
- Penyempurnaan : Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan lainnya.
- Wisma : Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya.
a) Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota . Untuk itu maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya .
b) Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat , agar tidak disusul dengan masalah lainnya.
c) Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik sebab kalau tidak , maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru.
d) Dalam rangka pemekaran kota , harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya .
B. Fungsi Eksternal
Fungsi
eksternal dari kota yakni seberapa jauh fungsi dan peran kota tersebut dalm
kerangka wilayah dan daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya, baik
secara regional maupun nasional.
Terima kasih
kepada : https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/hubungan-antara-desa-dan-kota/
9. 5
unsur lingkungan perkotaan
Perkembangan
kota merupakan manifestasi dari pola-pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan
dan politik. Kesemuanya akan tercermin dalam komponen-komponen yang membentuk
stuktur kota tersebut. Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan
perkotaan setidaknya mengandung 5 unsur yang meliputi :
Wisma : unsure ini merupakan bagian ruang
kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya,
serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsure wisma
ini menghadapkan
Karya : unsure ini merupakan syarat yang
utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsure ini merupakan jaminan bagi
kehidupan bermasyarakat.
Marga : unsure ini merupakan ruang
perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat
dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota
lain atau daerah lainnya.
Suka : unsure ini merupakan bagian dari
ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan,
rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
Penyempurna : unsure ini merupakan bagian
yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam
keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan,
perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.
>dapat
mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan
kebutuhan penduduk untu masa mendatang
>memperbaiki
keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat mencapai standar mutu
kehidpan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan
menyenangkan
Terima kasih
kepada : https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/5-unsur-lingkungan-perkotaan/
10. Fungsi eksternal kota
Yang pertama
adalah kepadatan penduduk. Walaupun tidak ada ukuran yang pasti, namun secara
umum, kota memiliki kepadatan penduduk yang lebih tinggi daripada desa.
Kepadatan penduduk berpengaruh terhadap pola pembangunan perumahan: bangunan di
kota cenderung ke arah vertikal dan di desa cenderung ke arah horizontal.
Aspek kedua
adalah lingkungan hidup. Lingkungan pedesaan lebih dekat dengan alam bebas.
Wilayah pedesaan didominasi oleh ruang terbuka hijau. Hal ini sangat berbeda
dengan kota yang didominasi oleh lapisan beton dan aspal.
Perbedaan
ketiga adalah mata pencarian penduduknya. Tingkat kepadatan penduduk di kota
membatasi upaya eksploitasi ruang di kota. Profesi-profesi yang membutuhkan
lahan relatif luas cenderung tidak berkembang di kota. Sektor ekonomi primer
seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan cenderung
lebih berkembang di pedesaan. Sementara itu, kota menjadi pusat kegiatan sektor
ekonomi sekunder (industri) dan sektor ekonomi tertier (jasa).
- See more
at: http://revolusidesa.com/category/page/fakta_desa/31/PERBEDAAN-DESA-DAN-KOTA#sthash.lrNTXJo1.dpu
Fungsi
eksternal kota:
Pusat kegiatan politik dan administrasi
pemerintahan wilayah tertentu
Pusat dan orientasi kehidupan social budaya
suatu wilayah lebih luas
Pusat dan wadah kegiatan ekonomi ekspor :
11. Pengertian desa, dan ciri-ciri desa
Menurut saya: Desa adalah wilayah disuatu
yang berada disekitar pegunungan atau tempat yang masih terjaga keaslian dan
kealamian dari tempat itu, seperti tidak banyak polusi dan lain-lain.
Yang
dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai
berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu
masyarakat pemerintahan tersendiri.
Menurut
Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi,
politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan
dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Ciri- ciri dari desa adalah :
1. kehidupan
mereka sangat dekat dengan alam sekitarnya.
2. Mayoritas
mata pencaharian didesa adalah pertanian dan peternakan,
3. Rasa
kekeluargaan mereka sangat erat, maka dari itu saya menyebutnya sistem akrab
seribu jiwa.
4. Masih
jauh dari teknologi yang canggih, seperti teknologi diperkotaan.
Sumber:
inspirasi saya sendiri
12. Ciri - ciri dari masyarakat pedesaan
1. Rasa
sosial dan solidaritas mereka sangat tinggi dibandingkan masyarakat perkotaan.
2. Beberapa
dari mereka masih mepercayai hal - hal mitos.
3 Beberapa dari masyarakat pedesaan bermata
pencaharian dari pertanian.
4. Mereka
sangat akrab dengan alam sekitar.
5. Beberapa
dari mereka masih belum mengenal teknologi.
Sumber: inspirasi saya sendiri.
13. Macam - macam pekerjaan gotong-royong.
1. Saat
bekerja bakti membersihkan wilayah rumah atau wilayah RT.
2. Saat
membangun jembatan penyebrangan sungai.
3. Menolong
warga lain yang sedang dalam musibah.
Sumber:
inspirasi saya sendiri
14. Sifat dan Hakekat Masyarakat Pedesaan
Masyarakat
pedesaan mempunyai sifat yang kaku tapi sangatlah ramah. Biasanya
adat dan
kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku,
tetapi asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat
pedesaan adalah masyarakat yang ramah.
Pada
hakikatnya masyarakat pedesaan adalah masyarakat pendukung seperti sebagai
petani yang menyiapkan bahan pangan, sebagai PRT atau pekerjaan yang biasanya
hanya bersifat pendukung tapi terlepas dari itu masyarakat pedesaan banyak juga
yang sudah berpikir maju dan keluar dari hakikat itu.
Terima Kasih
kepada sumber :https://nenengsuryaniti.wordpress.com/2013/11/22/sifat-dan-hakikat-masyarakat-pedesaan-dan-perkotaan/
15. Macam - Macam gejala masyarakat pedesaan
a. Kompetisi.
Masyarakat pedesaanjuga manusia, memiliki
rasa ingin menjadi yang terbaik dari yang lain, dan pada saat itulah muncul
kompetisi (persaingan). Persaingannya pun ada dua macam yaitu secara positif
atau secara sehat dan negatif atau secara kotor. Persaingan secara negatif atau
secara kotor adalah persaingan yang diwarnai dengan cara - cara curang seperti
fitnah- fitnah dan hal - hal buruk yang dilakukan suatu pihak agar dia bisa
menang dari pihak lain saat berkompetisi.
b. Konflik
Layaknya masyarakat pada umumnya, masyarakat
pedesaan juga pasti memiliki konflik, baik itu secara internal maupun
eksternal, contoh konflik didalam desa seperti permasalahan pembagian sembako
gratis yang tidak merata, maka hal itu bisa menimbulkan konflik. Dan juga
konflik antara desa satu dengan desa yang lain yang penyebabnya bisa bermacam -
macam hal.
c. Pertentangan
Pertentangan
ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat),
psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic). Para ahli
hukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi (pertentangan) ini dari sudut
kebiasaan masyarakat.
16. Sistem Budaya Petani Indonesia
Sistem nilai budaya petani Indonesia antara
lain sebagai berikut : a) Para petani di Indonesia di Jawa pada dasarnya
menganggap bahwa hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa,
kesengsaraan. Tetapi itu tidak berarti bahwa ia harus menghindari hidup yang
nyata dan menghindarkan diri dengan bersembunyi di dalam kebatinan atau dengan
bertapa, bahkan sebaliknya wajib menyadari keburukan hidup itu dengan jelas
berlaku prihatin dan kemudian sebaik-baiknya dengan penuh usaha atau ikhtiar.
b) Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup, dan kadang-kadang
untuk mencapai kedudukannya. c) Mereka berorientasi pada masa ini (sekarang),
kurang memperdulikan masa depan, meraka kurang mampu untuk itu.Bahkan
kadang-kadang ia rindu masa lampau, mengenang kekayaan masa lampau (menanti
datangnya kembali sang ratu adil yang membawa kekayaan bagi mereka) d) Mereka
menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam atau bencana lain itu
hanya merupakan sesuatu yang harus wajib diterima kurang adanya agar
peristiwa-peristiwa macam itu tidak berulang kembali. Mereka cukup saja dengan
menyesuaikan diri dengan alam, kurang adanya usaha untuk menguasainya. e) Dan
untuk menghadapi alam mereka cukup dengan hidup bergotong-royong, mereka sadar
bahwa dalam hidup itu pada hakikatnya tergantung kepada sesamanya.
17. Unsur - unsur desa dan Fungsi desa
UNSUR-UNSUR
DESA Daerah, dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak, beserta
penggunaannya, termasuk juga unsur lokasi, luas, dan batas yang merupakan
lingkungan geografis setempat. Penduduk adalah hal yang meliputi jumlah
pertambahan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk desa
setempat. Tata kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan
pergaulan warga desa. Jadi menyangkut seluk-beluk kehidupan masyarakat desa
(rural society). Ketiga unsur desa ini tidak lepas satu sama lain, artinya
tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan. Unsur daerah,
penduduk dan tata kehidupan merupakan suatu kesatuan hidup atau “Living Unit”.
Unsur lain yang termasuk unsur desa yaitu, unsur letak. Letak suatu desa pada
umumnya selalu jauh dari kota atau dari pusat keramaian. Unsur letak menentukan
besar-kecilnya isolasi suatu daerah terhadap daerah-daerah lainnya. FUNGSI DESA
Pertama, dalam hubungannya dengan kota, maka desa yang merupakan “hinterland”
atau daerah dukung berfungsi sebagai suatu daerah pemberian bahan makanan pokok
seperti padi, jagung, ketela, di samping bahan makanan lain seperti kacang,
kedelai, buah-buahan, dan bahan makanan lain yang berasal dari hewan. Kedua,
desa ditinjau dari sudut potensi ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentah
(raw material) dan tenaga kerja (man power) yang tidak kecil artinya. Ketiga,
dari segi kegiatan kerja (occupation) desa dapat merupakan desa agraris, desa
manufaktur, desa industri, desa nelayan, dan sebagainya. Desa-desa di Jawa
banyak berfungsi sebagai desa agraris. Menurut Sutopo Yuwono : “Salah satu
peranan pokok desa terletak di bidang ekonomi. Daerah pedesaan merupakan tempat
produksi pangan dan produksi komoditi ekspor. Peranan yang vital menyangkut
produksi pangan yang akan menentukan tingkat kerawanan dalam jangka pembinaan
ketahanan nasional. Oleh karena itu, peranan masyarakat pedesaan dalam mencapai
sasaran swasembada pangan adalah penting sekali, bahkan bersifat vital.”
Terima kasih
kepada sumber:
http://illaphuw.blogspot.co.id/2010/11/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat.html
18. Perbedaan masyarakat pedesaan dan
perkotaan
Adapun perbedaan masyarakat pedesaan dan
perkotaan adalah
a. Masyarakat pedesaan memiliki sifat yang
kaku namun mereka juga sangat ramah dan baik serta memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi, berbeda
dengan masyarakat perkotaan yang cenderung individualisme.
b. Masyarakat pedesaan cenderung sangat dekat
dengan alam, sehingga mereka lebih bisa menghargai keberadaan alam, tumbuhan ,
hewan dan lain lain dari pada masyarakat perkotaan.
c. Mata pencaharian masyarakat pedesaan pun
berbeda dengan masyarakat perkotaan.
Sebagian
besar masyarakat pedesaan bermata pencaharian sebagi petani, peternak dan
berkebun, berbeda dengan masyarakat perkotaan yang cenderung bermata
pencaharian sebagai pekerja kantoran, bisnis rumah makan dan lain-lain.
d. Dalam segi teknologi dan IPTEK, masyarakat
pedesaan berbeda dengan masyarakat perkotaan yang cenderung lebih maju dalam
hal teknolgi dan iptek, Ini dikarenakan masyarakat pedesaan masih bergantung kepada
alam.
e. Dalam segi taraf hidup, masyarakat pedesaan
berbeda dengan masyarakat perkotaan yang cenderung memiliki taraf hidup yang
tinggi.
Sumber: Inspirasi saya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar