Sabtu, 23 Januari 2016

TUGAS 3

TUGAS 3 ILMU DASAR SOSIAL

Nama : FADHLUL HANIF
 Kelas : 1TA05
 NPM : 1235347

Tugas 3 (Bulan Ke-2) Ilmu Sosial Dasar (Pemuda dan Sosialisasi)
I. Pemuda dan Sosialisasi
 -Internalisasi belajar dan spesialisasi :
     a. Pengertian Pemuda
            Pemuda adalah para generasi muda bangsa yang merupakan bibit utama penerus segala perjuangan para pendahulu. Pemuda sangat erat kaitannya dengan masa depan bangsa untuk melanjutkan cita-cita bangsa.

 Princeton mendefinisikan kata pemuda (youth) dalam kamus Webstersnya sebagai “the time of life between childhood and maturity; early maturity; the state of being young or immature or inexperienced; the freshness and vitality characteristic of a young person”.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemuda adalah sebuah kehidupan yang berdiri direntang masa kanak-kanak dan masa dewasa dimasa inilah seorang pemuda bersifat labil, kontrol emosi dan kstabilan pendirian masih bisa dipengaruh oleh pihak luar. Seorang pemuda mempunyai ciri yang khas yang menggambarkan seperti apa ia terlihat yang menunjukkan kepribadiannya.
  Sumber Insiprasi : http://celoteh-galang.blogspot.co.id/2012/10/pemuda-sosialisasi-identitas-perguruan.html
   
     b.Pengertian Sosialisasi

           Sosialisasi adalah sebuah kegiatan penyaluran nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat agar seorang individu menjadi individu yang berguna bagi dirinya sendiri dan masyarakat


 Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya.
Sumber Inspirasi :https://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi

      c. Pengertian Internalisasi Belajar dan Sosialiasasi

     Internasilasi, Belajar, dan Sosialisasi
Ketiga kata atau istilah tersebut pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial. istilah internasilasasi lebih ditekankan pada norma-nroma individu yang menginternasilasikan norma-norma tersebut. Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu. istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yagn telah dimiliki oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.


       d. Proses Sosialisasi
Ada 2 teori proses sosialisasi yang paling umum digunakan, yaitu teori Charles H. Cooley dan teori George Herbert Mead.
Teori Charles H. Cooley lebih menekankan pada peran interaksi antar manusia yang akan menghasilkan konsep diri (self concept). Proses pembentukan konsep diri ini yang kemudian disebut Cooley sebagai looking-glass self terbagi menjadi tiga tahapan sebagai berikut.
” Seorang anak membayangkan bagaimana dia di mata orang lain.”
Seorang anak merasa dirinya sebagai anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak memiliki prestasi dan sering menang diberbagai.
“Seorang anak membayangkan bagaimana orang lain menilainya.”
Dengan perasaan bahwa dirinya hebat, anak membayangkan pandangan orang lain terhadap dirinya. Ia merasa orang lain selalu memujinya, selalu percaya pada tindakannya. Perasaan ini muncul akibat perlakuan orang lain terhadap dirinya. Misalnya, orang tua selalu memamerkan kepandaiannya.
“Apa yang dirasakan anak akibat penilaian tersebut”
Penilaian yang positif pada diri seorang anak akan menimbulkan konsep diri yang positif pula.Semua tahap di atas berkaitan dengan teori labeling, yaitu bahwa seseorang akan berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan penilaian orang terhadapnya. Jika seorang anak di beri label “nakal”, maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai “anak nakal” sesuai dengan penilaian orang terhadapnya, meskipun penilaian itu belum tentu benar
sumber: https://ciptadestiara.wordpress.com/category/internalisasi-belajar-dan-sosialisasi/

       e.  Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masyarakat
peranan sosial mahasiswa dan pemuda di Masyarakat pada umumnya tidak berbeda dengan Masyarakat pada umumnya. Mahasiswa bergaul, berbagi pengalaman, dan  menikmati waktu bersama keluarga dan teman-teman mereka  seperti pada masyarakat pada umumnya. Setelah mereka lulus, mereka akan mencari pekerjaan dan hidup sepeti masyarakat. namun semakin majunya zaman, maka semakin banyak godaan-godaan yang membuat para pemuda dan mahasiswa menjadi keluar daripada jalur yang seharusnya mereka berada. semakin tumbuh pesatnya tempat hiburan membuat peran para pemuda dan mahasiswa yang seharusnya menjadi generasi muda yang dapat diharapkan menjadi penerus bangsa malah akan menjadi penerus bangsa yang bermental konsumerisme dan serba instan tanpa adanya perjuangan yang berarti.
sumber inspirasi : https://ciptadestiara.wordpress.com/category/internalisasi-belajar-dan-sosialisasi/

 - Pemuda dan Identitas:
      a. Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda
      Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Keputusan Menteri Pendidkan dan Kebudayaan nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 oktober 1978. Yang mempunyai tujuan agar pihak-pihak yang berkepentingan benar-benar memakai pedoman untuk dapat mencapai tujuan yang tepat.


Pola pembinaan dan pengembangan generasi muda memiliki dasar seperti :
1. Pancasila
2. Undang-undang dasar 1945
3. Garis-garis Besar Haluan Negara
4. Sumpah Pemuda dan Proklamasi
5. Tata nilai ditengah masyarakat


Dalam hal ini pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut 2 pengertian pokok yaitu:
a). generasi muda sebagai subyek pembinaan dan pengembangan yaitu mereka yang memiliki kemampuan dan dasar untuk dapat mandiri.
b). generasi muda sebagai obyek pembinaan dan pengembangan yaitu mereka yang memerlukan pengembangan untuk mengasah kemampuan dan belum bisa mandiri.

Dan beberapa peranan orang terdekat pun sangat memiliki pengaruh untuk mengawasi setiap perbuatan dan tindakan yang berarah pada tindakan kriminal dan pergaulan yang negatif.  
     b. 2 Pengertian pokok pembinaan dan pengembangan generasi muda, dan masalah - masalah generasi muda
         1.Pengertian pokok pembinaan dan pengembangan Generasi Muda ada dua yaitu :
-          Generasi Muda sebagai Subyek
Generasi Muda subyek adalah mereka yang telah dibekali ilmu dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa, dalam rangka kehidupan berbangsa bernegara serta pembangunan nasional.
-          Generasi Muda sebagai Obyek
Generasi Muda Obyek adalah mereka yang masih memerlukan bimbingan yang mengarah kan kepada pertumbuhan potensi menuju ke tingkat yang maksimal dan belum dapat mandiri secara fungsional di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.

         2. Masalah - masalah generasi muda
 Masalah - masalah generasi muda adalah masalah yang biasa dialami oleh para pemuda baik dari faaktor internal atau pun eksternal 
 Zaman sekarang sudah banyak sekali terlihat hal-hal yang menjadi masalah - masalah generasi muda diantaranya adalah sex bebas, pergaulan bebas, narkoba, serta konflik didalam rumah atau yang sering kita sebut sebagai Broken Home. Semua masalah ini muncul dari beberapa faktor baik secara external maupun internal, contoh: saat seorang pemuda mengalami masalah dalam keluarganya atau Broken home, remaja itu akan mencari pelarian dari masalahnya ke beberapa aspek dari mulai pergaulan, hingga sampai ada yang bergantung pada narkoba. Maka dari itu peran orang tua sangatlah penting, jangan sampai konflik dalam rumah itu membuat pemuda menjadi jenuh dan mencari pelarian dari masalah. Kalau pelarian masalahnya itu menuju ke arah yang positif, maka tidak apa-apa, namun kalau sampai ke arah yang negatif? maka harus lah segera dicegah sedini mungkin.
     c. Potensi-potensi generasi muda dan tujuan pokok sosialisasi 


         1. Potensi-Potensi Generasi Muda/Pemuda
  1. Idealisme dan daya kritis.
  2. Dinamika dan kreatifitas.
  3. Keberanian mengambil resiko.
  4. Optimis dan kegairahan semangat.
  5. Sikap kemandirian dan disiplin murni.
  6. Terdidik.
  7. Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan.
  8. Patriotisme dan nasionalisme.
  9. Sikap kesatria.
  10. Kemampuan penguasaan ilmu teknologi.

        2.Tujuan pokok Sosialisasi
  1. Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan)  yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
  2. Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
  3. Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
  4. Bertingkah laku selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada lembaga atau kelompok khusunya dan masyarakat umumnya.   Sumber :https://epistemologyideas.wordpress.com/2012/10/23/masalah-dan-potensi-generasi-muda-serta-tujuan-pokok-sosialisasi/

     - Perguruan dan pendidikan

       A. Cara Mengembangkan Potensi generasi muda
            Generasi  muda adalah generasi penerus bagi bangsa dan negaranya. Generasi muda sangat penting bagi suatu bangsa karena masa depan suatu bangsa sangat bergantung pada potensi yang dimiliki oleh generasi mudanya. Apabila potensi yang dimiliki oleh generasi muda itu dapat dipacu dengan sebaik-baiknya maka dapat dipastikan bangsa itu akan mengalami kemajuan.
            Adapun cara mengembangkan potensi generasi muda adalah salah satunya mengembangkan hobi mereka. Contoh jika seorang anak menyukai olahraga futsal maka dukunglah hobi positifnya itu dan sediakan fasilitasnya .
            Potensi generasi muda dapat memicu rasa bangga ,terhadap diri sendiri maupun keluarga dan orang orang disekitarmya. Tapi apabila potensi mereka tidak dimanfaatkan dengan baik, maka akan sia sia saja, dan justru akan membuat mereka mencari kegiatan lain yang tidak bisa dipungkirimereka akan melakukan kegiatan negatif. maka dari itu , orang tua mempunyai peran penting untuk sebagai wadah untuk  dan penyedia fasilitas untuk memicu potensi baik anaknya.
 Sumber inspirasi: http://bayoscreamo.blogspot.co.id/2011/10/mengembangan-potensi-generasi-muda.html

           B. Pengertian pendidikan dan perguruan tinggi
               
            • Pendidkan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Pendidikan juga merupakan bimbingan eksistensial manusiawi dan bimbingan otentik, agar anak belajar mengenali jatidirinya yang unik, bisa bertahan hidup, dan mampu memiliki, melanjutkan mengembangkan warisan-warisan sosial generasi yang terdahulu.
Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkwalitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita- cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.
Macam-macam pendidikan:
Pendidikan umum
Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Pendidikan kejuruan
Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).jenis ini termasuk ke dalam pendidikan formal.
Pendidikan akademik
Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.
Pendidikan profesi
Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional.
Pendidikan vokasi
Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1).
Pendidikan keagamaan
Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan /atau menjadi ahli ilmu agama.
Pendidikan khusus
Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk Sekolah Luar Biasa/SLB).
• Perguruan Tinggi
Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen.
Menurut jenisnya perguruan tinggi dibagi menjadi 2, yaitu:
Perguruan tinggi negeri
adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh Negara.
Perguruan tinggi swasta,
adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh swasta.

Sumber:https://ciptadestiara.wordpress.com/category/menjelaskan-pengertian-pendidikan-dan-perguruan/

         C.  Alasan untuk berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi
            Alasan Untuk Berkesempatan Mengenyam Perguruan Tinggi
Pertama, sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang masyarakat, karena adanya kesempatan untuk terlibat di dalam pemikiran, pembicaraan serta penelitian tentang berbagai masalah yang ada dalam masyarakat.
Kedua, sebagai kelompok masyarakat yang paling lama di bangku sekolah, maka mahasiswa mendapat proses sosialisasi terpanjang secara berencana, dibanding dengan generasi muda lainnya.
Ketiga, mahasiswa yang berasal dari berbagai etnis dan suku bangsa dapat menyatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial dan budaya.
Keempat, mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise di dalam masyarakat, dengan sendirinya merupakan elite di kalangan generasi muda, umunya mempunyai latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan lebih baik dari keseluruhan generasi muda lainnya. Mahasiswa pada umumnya mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh ke depan serta keterampilan beroganisasi yang lebih baik dibandingkan dengan generasi muda lainnya
Sumber : https://ciptadestiara.wordpress.com/category/menjelaskan-pengertian-pendidikan-dan-perguruan/



Tidak ada komentar:

Posting Komentar